Wajib Coba, Inilah 5 Media Tanam Paling Populer Untuk Budidaya Teknik Hidroponik

Feature Image

Mungkin sebagian dari Anda sudah mengetahui bahwa sitem budidaya teknik hidroponik sedang marak dibicarakan dan dipraktekkan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Terkhusus bagi mereka yang tinggal diperkotaan, tidak mempunyai lahan banyak untuk bercocok tanam. Metode tersebut identik dengan membudidaya tanaman dengan air.

Namun taukah Anda bahwa ternyata ada media tanam lainnya yang bisa digunakan dalam teknik hidroponik, selain menggunakan air? Nah disini kami akan memperluas pengetahuan Anda seputar media tanam hidroponik, yang ternyata bisa menggunakan berbagai macam media, agar hasil akhir panen tetap terlihat bagus, segar dan sangat layak untuk dikonsumsi.



Media Tanam Hidroponik Menggunakan Arang Sekam

Media tanam pertama yang sangat populer dikalangan teknik hidroponik adalah menggunakan arang sekam. Bahkan sebenarnya, media sekam ini tidak hanya bisa digunakan untuk hidroponik saja namun juga bisa digunakan sebagai budidaya tanaman pot.

Walaupun berwarna hitam pekat, namun arang sekam yang berasal dari ampas kulit padi yang kemudian dibakar tersebut, mampu menyerap air dengan sangat baik. Dan lagi yang paling penting, arang sekam sangat ramah akan lingkungan. pH yang terakandug dalam sekam juga netral, steril dan juga terbebas dari banyak bakteri. Media tanam sekam ini merupakan yang cukup tahan lama serta tidak mudah terurai, dibanding media lainnya.



Media Tanam Hidroponik Menggunakan Rockwool

Bagi Anda yang belum tau, rockwool ini merupakan media selanjutnya yang biasa digunakan petani hidroponik Indonesia untuk membudidayakan tanamannya. Rockwool sendiri berbentuk seperti busa, namun mempunyai serat yang halus dan juga sangat ringan. Rockwool ini dikenal dengan nama mineral wool.

Media tanam rockwool tersebut terbuat dari batuan basalt yang telah melewati proses pemanasan dengan suhu cukup tinggi. Sehingga batu tersebut meleleh, kemudian mencair dan membentuk serat-serat halus secara otomatis. Pada saat proses pembentukan, rockwool biasanya dicetak membentuk balok dengan ukuran besar yang nantinya bisa Anda potong sesuai dengan kebutuhan.



Media Tanam Hidroponik Menggunakan Spons

Contoh media tanam yang satu ini bisa dengan mudah ditemukan disekeliling lingkungan Anda sendiri, yaitu spons. Jika biasanya spons digunakan untuk mencuci piring, kini saatnya bisa Anda manfaatkan untuk budidaya hidroponik. Spons sendiri mempunyai kemampuan menyerap dan menyimpan air yang cukup baik, tak heran apabila jenis media tanam hidroponik yang satu ini sangat populer.

Apalagi dengan memiliki pori-pori yang cukup besar, spons bisa mengalirkan air serta nutrisi yang terkandung didalamnya dengan sangat baik. Tanaman akan mendapatkan nutrisi yang cukup, hasil panen bagus dan modal yang dikeluarkan sangatlah murah.



Media Tanam Hidroponik Menggunakan Sabut Kelapa

Media atau lahan lainnya yang tidak perlu membuat Anda keluar biaya banyak untuk bercocok tanam menggunakan teknik hidroponik adalah dengan menggunakan sabut kelapa. Atau biasa disebut dengan cocopeat. Menggunakan sabut kelapa sebagai media tanam hidroponik merupakan alternave pilihan yang sangat mudah didapatkan dan juga ramah lingkungan.

Sabut kelapa atau cocopeat dapat menyerap air dan menyimpannya dalam kurun waktu yang cukup lama. Apalagi memiliki pori-pori yang cukup lumayan banyak, sehingga dijamin hasil tanaman hidroponiknya akan tumbuh dengan sangat baik dan segar. Sabut kelapa tersebut memang sebaiknya ditumpuk agar dapat bermanfaat dengan lebih maksimal.



Media Tanam Hidroponik Menggunakan Kerikil

Siapa yang tidak kenal dengan keberadaan batu kerikil? Jenis batuan yang berukuran kecil tersebut bisa dijadikan sebagai media tanam terkhusus hidroponik. Batu kerikil tersebut terbilang ahli dalam peredaran unsur hara dan udara pada akar tanaman. Sehingga pertumbuhan akar menjadi tidak terhambat.

Batu kerikil juga mempunyai cukup banyak pori-pori yang mampu meresap air dengan baik. Walau begitu, ia juga mudah kering sehingga Anda dituntut untuk sering-sering melakukan penyiraman agar tanaman tidak cepat kering dan layu.



Kesimpulan

Masih banyak orang diluar sana berpikiran bahwa untuk menjalani budidaya tanaman secara hidroponik harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Padahal tidak. Faktanya terlihat dari media tanam yang tidak mengharuskan untuk beli. Bahkan Anda bisa memanfaatkan benda-benda disekitar untuk melaksanakan teknik hidroponik. Sekian, semoga bermanfaat.


Share this post

Comments (0)

Login to Comment